https://uni.sesc.com.br/rajaslot303/https://arsip.umsu.ac.id/js/thailand/https://sirapat.belitung.go.id/vendor/maxwin/https://bb-funrun.pekanbaru.go.id/storage/product/https://helo.bni-life.co.id/slot777/
KOLABORASI ANTARA PERGURUAN TINGGI DAN MASYARAKAT ADAT DI KAMPUNG NAGA UNTUK MENCIPTAKAN KEMANDIRIAN PENDIDIKAN MELALUI PENDIDIKAN BERBASIS MASYARAKAT – Universitas Perjuangan Tasikmalaya

KOLABORASI ANTARA PERGURUAN TINGGI DAN MASYARAKAT ADAT DI KAMPUNG NAGA UNTUK MENCIPTAKAN KEMANDIRIAN PENDIDIKAN MELALUI PENDIDIKAN BERBASIS MASYARAKAT

 

KOLABORASI ANTARA PERGURUAN TINGGI DAN MASYARAKAT ADAT DI KAMPUNG NAGA UNTUK MENCIPTAKAN KEMANDIRIAN PENDIDIKAN MELALUI PENDIDIKAN BERBASIS MASYARAKAT

ditulis oleh Setyo Wati, S.Pd., M.Pd.

(Dosen Universitas Perjuangan Tasikmalaya)

 

 

Kabupaten Tasikmalaya memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tergolong rendah dengan rata-rata lama sekolah 7,73 tahun. Artinya, rata-rata penduduk berusia 25 tahun ke atas di Kabupaten Tasikmalaya hanya menempuh pendidikan setara hingga kelas 1 atau kelas 2 SMP, hal ini dikutip dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2020-2022. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah berusaha semaksimal mungkin untuk menaikkan angka tersebut. Sebagai salah satu perguruan tinggi dengan peran sebagai kontributor dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), Universitas Perjuangan Tasikmalaya juga mengambil peran dalam membantu permasalahan tersebut, yaitu Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang diketuai oleh Setyo Wati, S.Pd., M.Pd. (dosen Pendidikan Bahasa Inggris) bersama dengan Winarti Dwi Febriani, M.Pd. (dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Gista Rismayani, M.Akun. (dosen Akuntansi), dan 7 mahasiswa Universitas Perjuangan Tasikmalaya (Zacky Muchtar Afandi, Muhammad Nafis Fauzi, Riksandi Ihza Nugraha, Muhammad Fitran Hamdani, Veronica Anastasya, Zidan Abdul Azis, dan Dion Jupito Hartono) dilaksanakan dari bulan Juni sampai September 2023 dengan berkolaborasi dengan Kelompok masyarakat HIPANA (Himpunan Pramuwisata Kampung Naga) yang berlokasi di Kampung Naga Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.

Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi dengan masyarakat adat di Kampung Naga dilakukan karena masyarakat di sana memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Dengan nilai- nilai budaya luhur yang masih dipegang teguh oleh masyarakat adat di sana, kolaborasi antara dosen dengan menggandeng kelompok masyarakat HIPANA dilakukan guna meningkatkan indeks pendidikan yang terintegrasi dengan nilai budaya lokal sesuai dengan tujuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam peningkatan ketersediaan akses pendidikan non-formal berbasis masyarakat. Pendidikan berbasis masyarakat mulai dikembangkan melalui pelaksanaan program pemberdayaan kemitraan masyarakat ini. Antusiasme dari pengurus HIPANA dan masyarakat Kampung Naga sangat baik, terbukti dengan keikutsertaan secara aktif dari mereka dalam setiap kegiatannya. Keterlibatan aktif para mahasiswa dalam program ini juga mendorong para mahasiswa untuk berkonstribusi positif di masyarakat dengan arahan dan bimbingan dari dosen. Pengembangan pendidikan berbasis masyarakat dengan pendekatan Sosiolinguistik yang dilaksanakan mengelaborasikan pengajaran, pelatihan, dan pendampingan masyarakat. Dengan menggunakan balai kampung di tengah pemukiman warga adat Kampung Naga, pelaksanaan pendidikan berbasis masyarakat dilaksanakan secara ditujukan untuk pengurus HIPANA dan masyarakat adat Kampung Naga secara umum. Pelatihan dan pendampingan oleh dosen di masyarakat menjadi sarana untuk mewujudkan pendidikan berbasis masyarakat dengan terintegrasi budaya lokal. Implikasi dari pendidikan berbasis masyarakat ini telah direncanakan, dikembangkan, dan dilaksanakan dengan berkelanjutan dengan harapan, model pendidikan dimana peran masyarakat lebih dilibatkan dibandingkan dengan keterlibatan pemerintah akan mewujudkan kemandirian pendidikan di masyarakat adat Kampung Naga. Kemandirian pendidikan merupakan upaya memandirikan masyarakat melalui realisasi potensi kemampuan yang dimiliki. Pengembangan ini diwujudkan salah satunya melalui pendidikan berbasis masyarakat yang menekankan kepada memahami kebutuhan masyarakat dan cara memecahkan permasalahan di masyarakat dengan memperhatikan potensi kemampuan yang ada di masyarakat tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://skm.fatek.unpatti.ac.id/tmp/link-maxwin/ https://simona.kemenpora.go.id/assets/cor/ https://executive.budiluhur.ac.id/img/sgacor/ https://fateta.ilearn.unand.ac.id/lang/ https://dlhk.kukarkab.go.id/css/ https://crg.spa.msu.ru/sgacor/
https://cms.uki.ac.id/demo/ https://sigastra.radenintan.ac.id/app/sgacor/ https://fp.umi.ac.id/sgacor/ https://alatberatbekasjepang.com/ https://rumahnegara.imigrasi.go.id/rumah-dinas/-/ https://cms.uki.ac.id/pict/spulsa/ https://portaltest.hubla.dephub.go.id/storage/app/ http://mesin.ft.unand.ac.id/plugins/dana/ https://e-mahan.lampungprov.go.id/demo/ https://eadmin.gkjw.or.id/sdana/ http://mpbi.fkip.unib.ac.id/wp-includes/app/ https://library.usm.ac.id/wp-includes/demo/ https://e-mahan.lampungprov.go.id/media/app/