Mahasiswa Agroteknologi Ciptakan Buah Tomat Tinggi Likopen

Mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Univeristas Perjuangan Tasikmalaya menerapkan sistem biofortifikasi secara agronomis sebagai upaya peningkatan kandungan likopen pada buah tomat. Kegiatan ini merupakan Program Kreavititas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) yang didanai oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Dikti – Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Delegasi UNPER pada PKM-RE ini terdiri atas Aris Faisal, Syandra Tiara Hizbillah, dan Sopyan Saori (Agroteknologi 2018), serta Dewi Mirantika (Agroteknologi 2017) yang dibimbing oleh dosen Agroteknologi yaitu Nasrudin, S.P., M.Sc. Program ini mengangkat tema tentang “Penggunaan Teknologi Biofortifikasi Secara Agronomis pada Tanaman Tomat untuk Menghasilkan Pangan Fungsional”.

Ide ini diambil karena buah tomat memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia, terlebih pada kondisi pandemi covid-19 saat ini. Buah tomat merupakan salah satu produk hortikultura yang juga sebagai sumber pangan kaya akan gizi. Salah satu kandungan dalam buah tomat yaitu likopen yang sering disebut sebagai α-karoten, yaitu suatu karotenoid pigmen merah terang yang banyak ditemukan pada buah tomat dan buah-buahan lain yang berwarna merah. Likopen dipercaya memiliki khasiat untuk mencegah kanker prostat pada laki-laki. Penyakit ini diduga menjadi penyebab kedua kematian pada laki-laki di dunia. Di Indonesia, setiap tahunnya penderita kanker prostat semakin meningkat. Sebagai langkah solutif mahasiswa pertanian untuk meminimalisir permasalahan pada kasus kanker prostat yakni dengan memproduksi buah tomat sebagai pangan fungsional yang memiliki kandungan likopen tinggi.

Peningkatan kandungan likopen pada buah tomat dapat dijadikan sebagai solusi untuk menekan laju tumbuh penderita kanker prostat. Salah satu upaya untuk memproduksi buah tomat dengan kandungan likopen yang tinggi dapat dilakukan melalui penerapan teknologi biofortifikasi secara agronomi. Biofortifikasi dapat disebut sebagai upaya peningkatan kandungan nutrisi pada suatu produk makanan yang dapat dilakukan dengan beberapa metode. Teknologi biofortifikasi pada buah tomat yang digunakan pada program ini yaitu secara agronomis dengan menggunakan penambahan beneficial nutrient berupa selenium selama tanaman tumbuh dan berkembang. Selenium merupakan salah satu beneficial nutrient yang mampu menstimulasi pertumbuhan tanaman dengan dosis yang tepat serta berkontribusi terhadap peningkatan kandungan vitamin C dan kandungan likopen pada buah tomat.

Terciptanya pangan fungsional ini diharapkan menjadi salah satu peningkatan IPTEK dalam bidang pertanian sekaligus sebagai langkah strategis dalam membantu penanganan untuk meminimalisir penderita kanker prostat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X