Dosen UNPER Berhasil Tingkatkan Produksi Padi di Lahan Suboptimal Pangandaran

Dosen Universitas Perjuangan Tasikmalaya yang beranggotakan Nasrudin (PS Agroteknologi), Siti Nurhidayah (PS Agroteknologi), dan Kusuma Agdhi Rahwana (PS Manajemen) berhasil memberdayakan Kelompok Tani Sri Mukti untuk meningkatkan produksi padi di lahan suboptimal. Kegiatan ini juga merupakan sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat. Mahasiswa yang berperan aktif dalam program ini antara lain Dian Mardiansyah (Alumni Agroteknologi 2016), Paozi Fahmi dan Fahmi Al Fauzi (Agroteknologi 2017), dan Hilal Hamdah (Agroteknologi 2018). Kegiatan ini merupakan Program Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi / Badan Riset Inovasi Nasional Republik Indonesia. Dilaksanakan sejak bulan April sampai Agustus 2021, program ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan pangan jenis beras dengan memanfaatkan lahan suboptimal berkadar garam tinggi di pesisir Pantai Pangandaran.

Berlatar belakang dari permasalahan mitra yang kompleks terhadap kondisi lahan suboptimal untuk memproduksi padi, Tim PKM UNPER berinisiatif untuk menerapkan teknologi tepat guna pada lahan tersebut. Berbagai kendala yang ada antara lain kadar garam yang tinggi, banjir rob, dan angin timur yang kencang sehingga mengakibatkan hambatan bagi pertumbuhan tanaman padi sekaligus menurunkan produktivitas. Produktivitas padi yang biasa diperoleh Kelompok Tani Sri Mukti dalam sekali tanam yaitu 1-3 ton/hektar (40%), 3-5 ton/ha (54%), dan >5 ton/ha (6%). Rendahnya produktivitas yang diperoleh mengakibatkan banyak petani yang meninggalkan lahan tersebut. Padahal, lahan suboptimal memiliki potensi yang besar untuk digunakan dalam memproduksi tanaman padi sebagai upaya meningkatkan ketersediaan bahan pangan khususnya di Kabupaten Pangandaran.

Teknologi tepat guna yang ditawarkan oleh Tim PKM UNPER yaitu penataan lahan dengan pengaturan air berbasis sistem surjan, aplikasi hara silika, dan penggunaan benih padi varietas unggul. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, penataan lahan dengan mengatur air berbasis sistem surjan menggunakan padi varietas Inpari 29 mampu menghasilkan produktivitas padi sebesar 3 ton/ha di Yogyakarta. Selanjutnya, aplikasi hara silika mampu meningkatkan ketahanan tanaman padi terhadap cekaman biotik dan abiotik. Pada kegiatan PKM kali ini, Tim PKM UNPER menggunakan benih padi varietas Banyuasin dan Biosalin 1. Varietas yang digunakan dalam kegiatan ini memiliki sifat yang tahan terhadap kondisi cekaman salinitas. Diharapkan penerapan teknologi tepat guna ini mampu meningkatkan produktivitas padi di lahan suboptimal yang digunakan oleh petani Pangandaran.

Padi yang ditanam sejak bulan April dan di panen pada Bulan Agustus menunjukkan hasil panen yang baik. Teknologi yang diterapkan mampu meningkatkan produktivitas padi sebesar 70 – 100% dari hasil panen sebelumnya. Berdasarkan hasil panen dalam Gabah Kering Panen (GKP) menunjukkan bahwa padi varietas Banyuasin menghasilkan produktivitas sebesar 11,30 ton/he dan Biosalin 1 sebesar 9,29 ton/he sehingga menjadi daya tarik bagi petani. Sebagai rangkaian akhir dari kegiatan PKM dilakukan farm field day 2021. Kegiatan yang termasuk dalam farm field day yaitu panen raya, kunjungan perwakilan Kelompok Tani se-Kecamatan Parigi ke demplot pertanaman, dan diskusi bareng. Kegiatan ini dihadiri oleh Koordinator BPP Parigi, PPL Kabupaten Pangandaran, Kepala Desa Cibenda dan jajarannya, Tim PKM UNPER, dan anggota Kelompok Tani Sri Mukti. Kegiatan ini disambut baik oleh Koordinator BPP Parigi, Saeful Iman yang berharap adanya kegiatan ini dapat meningkatkan semangat petani untuk memproduksi padi di lahan suboptimal.

“Kegiatan ini bermanfaat untuk petani dan harapannya petani dapat terus semangat untuk tetap membudidayakan padi di lahan suboptimal ini dengan teknologi yang telah diuji coba” katanya dalam sambutan saat farm field day.

Kepala Desa Cibenda, Dede Rusliana berharap adanya penerapan teknologi oleh Tim PKM UNPER dapat meningkatkan minat petani untuk tetap membudidayakan petani.

“Kegiatan ini bagus dan bermanfaat bagi petani. Semoga dengan hasil panen yang baik ini dapat diadopsi oleh petani-petani lainnya yang memiliki kendala yang sama dalam budidaya padi di lahan suboptimal” katanya dalam sambutan saat farm field day.

Terakhir, adanya program PKM ini mampu meningkatkan minat petani dalam memproduksi padi di lahan suboptimal untuk mencapai ketahanan pangan di Kabupaten Pangandaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X